Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Berbagai Media Spiritual

Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Berbagai Media Spiritual – Pengobatan Islami berawal dari munculnya pengobatan Thibbun Nabawi atau pengobatan Ala Rasululla SAW. Berbagai penyakit di dunia ini yang menyerang manusia sebenarnya hanya dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis saja yaitu penyakit batin (rohani) dan penyakit fisik (jasmani). Kedua jenis penyakit ini sudah ada obatnya dalam Al Qur’an karena sesuai dengan kata pepatah bahwa tak ada penyakit yang tak dapat diobati. Apabila anda sedang mengalami sakit, tengah berjuang melawan penyakit dan sudah berusaha secara lahir dan batin namun tak kunjung mendapatkan kesembuhan maka anda bisa melakukan usaha lainnya yaitu salah satunya dengan pengobatan Thibbun Nabawi.

ARTIKEL MENARIK : Pengobatan Hikmah Media Habbatussauda

Istilah Pengobatan Thibbun Nabawi dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurofat. Adapun media yang digunakan untuk melakukan pengobatan Thibbun Nabawi atau pengobatan menurut Nabi Muhammad yaitu minyak zaitun, madu dan juga Habbatussauda. Mari kita jabarkan satu per satu untuk masing-masing media tersebut.

 

Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Madu

Menurut firman ALLAH telah dijelaskan bahwa :

“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)

Selain itu, menurut penelitian para ahli menjelaskan bahwa madu merupakan antibakteri terbaik, mampu mengobati luka bakar dengan cepat, kaya akan senyawa antioksidan, baik untuk kesehatan mulut dan juga sangat baik untuk mengobati kencing manis atau diabetes. Madu mampu mencegah terjadinya radang usus besar, maag atau tukakk lambung. Begitu banyak manfaat dari madu itu sendiri sehingga madu bisa menjadi media pengobatan Thibbun Nabawi yang sangat baik menyembuhkan segala penyakit.

Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Habbatussauda

Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”.

Selain hadist tersebut, ada juga sebuah penelitian tentang habbatus sauda dimana media ini memiliki kandungan 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. Kandungan senyawa aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Dari berbagai hasil penelitian ilmiah menerangkan bahwa habbatussauda mengaktifkan kekebalan spesifik, karena ia meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel pembunuh alami.

Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Minyak Zaitun

Sesuai dengan Kalam Allah mengenai minyak zaitun, maka dasar hukum menggunakan minyak zaitun sebagai sarana pengobatan adalah sebagai berikut :

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nur: 35)

BACA JUGA : Madu Diabetes, Cara Ampuh Atasi Penyakit Diabetes

Adapun fungsi dari Minyak Zaitun secara medis diantaranya :

  • Mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah
  • Mengurangi serangan kanker.
  • Penggunaan minyak zaitun sebagai krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma)
  • Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%
  • Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung.
  • Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI.
  • Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%.

Dari manfaat besar inilah sehingga minyak zaitun banyak digunakan sebagai sarana pengobatan Thibbun Nabawi.

Demikian semoga bermanfaat untuk anda dan salam Rahayu.