Pengobatan Bekam Menurut Islam Hukum dan Manfaatnya

Pengobatan Bekam Menurut Islam Hukum dan Manfaatnya – Dalam Islam, ada banyak metode pengobatan yang mana metode dan terapi ini sudah diajarkan lebih dulu oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satu terapi pengobatan Islami yang sangat dianjurkan adalah pengobatan bekam. Pengobatan bekam menurut Islam berdasar atas dalil berikut ini :

Diriwayatkan dari Said bin Jubair RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: minum madu, sayatan pisau bekam, dan sundutan besi panas, dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas” (HR. Al-Bukhari, dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Bazzar)

ARTIKEL MENARIK : Madu Diabetes, Cara Ampuh Atasi Penyakit Diabetes

Di dalamnya terdapat sebuah anjuran untuk melakukan terapi bekam dalam mengatasi berbagai masalah penyakit yang menyerang tubuh manusia. Meski dunia pengobatan sekarang ini sudah mengalami begitu banyak kemajuan dengan berbagai metode medis paling modern. Akan tetapi bekam masih menjadi terapi pengobatan islam yang banyak diminati karena dinilai ampuh atasi segala macam penyakit.

Bekam merupakan salah satu metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor atau darah yang telah terkontaminasi dengan racun / toxin dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Kulit ari sebagai lapisan kulit terluar ini akan menjadi jalan keluarnya darah kotor akibat oksidan tersebut. Tentu butuh keterampilan khusus untuk melakukan bekam karena jika salah teknis, bisa fatal akibatnya. Bukan darah kotor yang keluar justru darah bersih yang masih bermanfaat bagi tubuh.

Bekam bisa dilakukan dengan penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor atau disebut juga dengan sayatan khusus. Sang praktisi harus secara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh pasien. Jika racun, toksin dan oksidan dapat dikeluarkan dari darah maka tak ada lagi penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh. Keadaan ini akan membuat fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

Cerita Pengobatan bekam Menurut Islam Jaman Dahulu

Ada sebuah kisah dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Bagian kaki telah dimakan oleh Rasulullah SAW, dan beberapa sahabat Rasul juga turut memakannya. Sahabat Rasul yang memakan hidangan tersebut beberapa ada yang meninggal. Kemudian dengan sigap, Rasul menganjurkan pada sahabat lainnya untuk melakukan pengobatan bekam atau terapi hijamah di pundaknya karena daging beracun yang sudah terlanjur dimakan. Yang mengobati beliau yaitu Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.

Rasulullah SAW pernah bersabda : “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi)

BACA JUGA : Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Berbagai Media Spiritual

Hukum Hijamah Atau Pengobatan Bekam Menurut Islam

Hukum pengobatan bekam menurut Islam dijelaskan oleh Imam Ghazali, yang berpendapat dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil Mu’ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi :

“Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.”

Itulah pengobatan bekam menurut Islam, semoga bermanfaat dan salam rahayu.

Incoming search terms: